Kamis, 25 Oktober 2018

BLOK SUDUT DAN BLOK UKUR


BLOK SUDUT DAN BLOK UKUR


Bila dalam proses pengukuran tidak bisa digunakan satu alat ukur saja dan tidak bisa dibaca langsung hasil pengukurannya maka pengukuran yang demikian ini disebut dengan pengukuran tak langsung. Kadang-kadang untuk mengukur satu benda ukur diperlukan dua atau tiga alat ukur, biasanya ada alat ukur standar, alat ukur pembanding dan alat ukur pembantu. Misalnya blok ukur


Blok Ukur (Gauge Block)



 


















Blok ukur dikenal juga dengan berbagai nama misalnya end gauge, slip gauge, jo gauge (johanson gauge). Sebagai alat ukur standar, maka blok ukur ini dibuat sedemikian rupa sehingga fungsinya sesuai dengan namanya yaitu alat ukur standar. Alat ukur ini berbentuk segi empat panjang dengan ukuran ketebalan yang bermacam-macam. Dua dari 6 permukaannya adalah sangat halus, rata dan sejajar. Kedua permukaan ini sangat halus dan rata maka antara blok ukur yang satu dengan blok ukur yang lain dapat digabungkan/ disusun tanpa perantara alat lain. Bila penyusunannya dilakukan dengan teliti maka akan diperoleh suatu susunan blok ukur yang sangat kuat seolah-olah blok ukur yang satu dengan yang lain sangat melekat. Dengan menyusun blok ukur yang mempunyai ukuran tertentu maka kita dapat mengecek atau mengkalibrasi ukuran yang lain.

Karena blok ukur ini diperlukan untuk pengukuran presisi sebagai alat ukur standar maka alat ukur ini harus dibuat dari bahan yang kuat dan tahan lama. Biasanya bahan untuk membuat blok ukur adalah baja, karbon tinggi, baja paduan atau karbida. Dengan perlakuan proses panas tertentu maka logam ini mempunyai sifat-sifat: tahan terhadap keausan karena tingkat kekerasannya tinggi yaitu 65 RC, tahan terhadap korosi, koefisien muai panjangnya sama dengan baja karbon yaitu 12 x 10-6 0C-1, tingkat kestabilan dimensinya tinggi. Kegunaan dari blok ukur ini antara lain untuk: mengecek dimensi ukuran alat-alat ukur, mengkalibrasi alat ukur langsung seperti mistar ingsut, mikrometer dan mistar ketinggian, menyetel komparator dan jam ukur, menyetel posisi batang sinus dan senter sinus dalam pengukuran sudut, dan mengukur serta menginspeksi komponen-komponen yang presisi di dalam ruang inspeksi.

Blok ukur salah satu alat untuk kalibrasi alat ukur. Kalibrasi adalah menentukan kebenaran konvensional penunjukkan alat melalui cara perbandingan dengan standar ukurnya yang tertelusur ke standar nasional/internasional. Kalibrasi bisa dilakukan dengan membandingkan suatu standar yang terhubung dengan standar nasional maupun internasional.

Blok ukur ini dianggap sebagai alat ukur standar, sesuai dengan fungsinya, blok ukur mempunyai dua permukaan yang disebut muka ukur. Muka ukur ini sangat halus, rata, sejajar dan mempunyai jarak atau ukuran tertentu. Karena kehalusan dan kerataan muka ukurnya itu, maka dua atau lebih blok ukur dengan formasi berbagai ukuran, ukuran itu selanjutnya, dapat digunakan sebagai ukuran standar untuk proses pengukuran tak langsung. Blok ukur biasanya dibuat dari Baja karbon tinggi, baja paduan, atau karbida logam yang telah mengalami proses laku panas (heat treatment).

Blok ukur ini tersedia dalam satu set yang terdiri atas bermacam – macam ukuran nominal. Jumlah blok ukur dalam satu set dapt bermacam – macam dan menurut ukuran standar metrik jumlah tersebut adalah : 20 , 33 , 50 , 87 , 105 atau 112.

Sifat – sifat Block Gauge:
  • Tahan aus, disebabkan oleh kekerasannya sangat tinggi (65 RC).
  • Tahan korosi, sifat ini dimiliki oleh Stainlees Steel.
  • Koefisien muainya sama dengan baja komponen mesin (12 x 10-60, C -1).
  • Kestabilan dimensi yang baik.
Langkah – langkah perawatan Block Gauge:
  • Ambil beberapa blok ukur sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Lalu, letakkan diatas lap yang bersih dan tutup kembali kotak penyimpannannya.
  • Bersihkan Vaseline yang menutupinya dengan menggunakan wash bensin. Lalu, keringkan dengan lap lembut yang bersih, misalnya kain katun, kertas tisu, atau kulit lembu. Letakkan kembali blok ukur yang telah bersih itu diatas alas yang bersih dengan posisi muka ukur terletak disamping.
  • Satukan block ukur dalam satu tempat, caranya letakkan salah satu blok ukur dengan posisi menyilang (900) dari blok ukur lainnya. Kemudian, tekan salah satunya dengan cara memutar agar sejajar. Apabila ada kotoran, pemutaran jangan diteruskan, periksa muka ukurnya dan bersihkan kembali.
  • Blok ukur yang tipis jangan disatukan dengan blok ukur tipis lainnya. Sebab, secara tidak sengaja alat itu akan terdeformasi secara permanen (melengkung). Akibatnya lengkungan itu, lengkungan kecil sekalipun, dapat menghilangkan sifat saling melekat. Apabila dua blok ukur tipis terpaksa harus disatukan, lakukan dengan hati – hati, caranya dengan menggeser. Pada penyusunannya, sebaiknya block tipis diletakkan di tengah. Gunakan blok pelindung pada kedua ujungnya bila perlu, untuk mencegah keausan pada muka ukurnya.
  • Susunlah blok ukur secara berurutan, hingga dicapai ukuran yang dikehendaki, sebliknya blok ukur yang tipis diletakkan diposisi tengah. Lebih baik jika digunakan 2 blok ukur pelindung yang masing – masing terletak pada ujung susunan.
  • Hindari pemegangan yang lama, sebab blok ukur ynag dipegang terlalu lama, temperaturnya akan meninggi dibandingkan dengan temperature benda dan alat ukur lainnya.
  • Sewaktu pengukuran atau kalibrasi dilakukan, muka ukur dari kedua ujung susunan blok ukur harus dijaga dengan hati – hati. Hindarkan gesekan – gesekan yang berlebihan ( dengan permukaan benda ukur maupun dengan permukaan sensor alat ukur lain ).
  • Setelah blok ukur dipakai, pisahkan susunannya dengan menggeser satu per satu. Pada dasarnya blok ukur tidak boleh saling melekat dalam jangka waktu lama, sebab semakin lama melekat daya adhesi akan semakin kuat, sehingga sulit dipisahkan dan dapat merusak muka ukur.
  • Blok ukur disimpan kembali. Bersihkan terlebih dahulu blok ukur dari sidik jari dengan lap yang bersih. Jika ada kotoran yang melekat, bersihkan dengan wash bensin lalu simpan pada tempatnya.
Cara ukur :
  • Misalkan ukuran standar yang harus diperoleh adalah : 58.975 mm
  • Mulailah dengan angka desimal yang terbelakang, dalam hal ini adalah 0.005 mm, berarti blok ukur yang harus diambil adalah berukuran 1.005 mm (atau 2.005 mm bila tebal dasar set yang dipakai adalah 2 mm)
  • Sisa ukuran yang tertinggal adalah 58.975 – 1.005 = 57.970 mm
  • Perhatikan dua angka desimal terakhir, jadi diambil blok berukuran 1.47 mm sebab blok 1.97 mm tak tersedia. Apabila diambil ukuran 1.07 mm akan mengharuskan untuk memakai blok sebesar 1.4 mm. Tujuan pemilihan blok ukur adalah untuk mendapatkan kombinasi beberapa blok ukur dengan jumlah minimum,
  • Sisa ukuran adalah : 57.97 – 1.47 = 56.5 mm
  • Untuk itu dapat dipilih blok ukur dengan ukuran 6.5 mm dan 50 mm
  • Dengan demikian, diperoleh susunan sebagai berikut : 1.005+ 1.47 + 6.5 + 50 = 58.975 mm

Blok Sudut (Angle Gauge)
 







Pada pengukuran linier tak langsung sudah dibicarakan tentang blok ukur (gauge block). Pada pengukuran sudut secara tak langsung pun ada alat-alat ukur yang berupa balok baja yaitu yang disebut dengan blok sudut. Blok sudut biasanya mempunyai ukuran panjang lebih kurang 75 mm dan lebar biasanya 16 mm. Bagian tebalnya tidak sejajar karena kedua ujung memanjangnya membentuk sudut. Dua permukaan dari sisi yang membentuk sudut tadi mempunyai bentuk yang rata dan halus sehingga memungkinkan dapat dilekatkan dengan permukaan blok sudut lainnya. Karena kedua sudut dari sisi-sisi yang rata dan halus itu membentuk sudut maka sudut yang mengecil biasanya diberi tanda minus (“ – “) dan sudut untuk ujung yang lebih besar diberi tanda plus (“ + “). Tanda-tanda seperti itu diperlukan guna menghindari terjadinya kesalahan perhitungan. Bila dua atau lebih blok sudut disusun dengan tanda-tanda yang sama pada satu ujungnya maka berarti sudutnya makin menjadi besar yang nilainya adalah jumlah angka-angka yang tercantum pada setiap bloksudut.

Akan tetapi, bila yang disusun pada satu ujung susunan tanda-tandanya tidak sama maka besarnya sudut adalah jumlah yang bertanda plus (+) dikurangi dengan jumlah yang bertanda minus (–). Biasanya blok sudut ini disusun dalam satu kotak yang terdiri dari beberapa blok sudut dengan tingkat perbedaan sudut yang bermacam-macam. Dengan demikian kita dapat menyusun bermacam-macam susunan blok sudut dengan variasi yang bermacam-macam pula.Yang banyak terdapat adalah blok ukur yang dalam satu set terdiri 15 blok rinciannya adalah sebagai berikut: Ada pula yang dalam satu setnya terdiri dari 16 blok, yaitu blok sudut yang dibuat oleh pabrik Starret, rinciannya adalah sebagai berikut : Gambar 3. Satu set blok sudut.

Berikut ini sebuah contoh penyusunan blok sudut dan cara mengecek benda ukur dengan blok sudut yang sudah disusun. Misalnya akan membentuk sudut 36° 23׳ 5” dan 26° 12׳ 16”. Contoh susunannya lihat Gambar 4. di bawah ini: Gambar 4. Contoh susunan blok sudut. Untuk mengecek apakah permukaan benda ukur sudah satu bidang dengan permukaan susunan blok dapat dicek dengan pisau/bilah tipis pelengkap dari blok sudut. Bila masih ada celah berarti sudut benda ukur belum sama dengan sudut susunan blok sudut. Atau bisa juga dicek dengan jam ukur Gambar 5. Mengecek sudut benda ukur dengan sudut susunan blok sudut.


Sumber :

https://dokumen.tips/documents/blok-ukur-dan-blok-sudut-569ca2093a97c.html 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUAIAN ( FITS )

SUAIAN ( FITS ) Dengan adanya toleransi akan terjadi perbedaan-perbedaan ukuran dari bagian yang selesai dikerjakan dan akan dipasang...